style> #detail-berita-uniera { width: min(880px, calc(100% - 40px)); margin: 0 auto; padding: 54px 0 90px; background: #ffffff; } #detail-berita-uniera * { box-sizing: border-box; } #detail-berita-uniera .back { display: inline-block; margin-bottom: 28px; color: #475569; font-size: 15px; font-weight: 600; text-decoration: none; } #detail-berita-uniera .back:hover { color: #0b5cab; } #detail-berita-uniera .detail-kicker { margin: 0 0 12px; color: #d83a00; font-size: 14px; font-weight: 800; text-transform: uppercase; letter-spacing: 0.08em; } #detail-berita-uniera h1 { margin: 0; color: #111827; font-size: clamp(34px, 5vw, 54px); line-height: 1.08; letter-spacing: -0.04em; font-weight: 700; } #detail-berita-uniera .detail-meta { margin: 18px 0 0; color: #64748b; font-size: 15px; line-height: 1.6; } #detail-berita-uniera .detail-desc { margin: 28px 0 34px; color: #334155; font-size: 21px; line-height: 1.7; font-weight: 400; } #detail-berita-uniera .detail-image { margin: 34px 0; } #detail-berita-uniera .detail-image img { width: 100%; height: auto; display: block; border-radius: 18px; background: #e5e7eb; } #detail-berita-uniera .detail-image figcaption { margin-top: 10px; color: #64748b; font-size: 14px; line-height: 1.5; } #detail-berita-uniera .detail-content { margin-top: 34px; } #detail-berita-uniera .detail-content p { margin: 0 0 24px; color: #1f2937; font-size: 18px; line-height: 1.85; } #detail-berita-uniera .detail-quote { margin: 34px 0; padding: 24px 28px; border-left: 5px solid #d83a00; background: #f8fafc; color: #1f2937; font-size: 20px; line-height: 1.7; font-weight: 600; border-radius: 0 14px 14px 0; } @media (max-width: 560px) { #detail-berita-uniera { width: min(100% - 28px, 880px); padding-top: 36px; } #detail-berita-uniera .detail-desc { font-size: 18px; } #detail-berita-uniera .detail-content p { font-size: 17px; } }
← Kembali ke Berita

Berita Kampus

KProdi Kehutanan Uniera dan PLN NPS PLTMG Tobelo Gelar Aksi Konservasi Pesisir di Pantai Wauwo

Tobelo, Halmahera Utara · Dipublikasikan oleh Universitas Halmahera

HALMAHERA UTARA – Program Studi Kehutanan Fakultas Ilmu Alam dan Teknologi Rekayasa Universitas Halmahera bersama PLN Nusantara Power Services (PLN NPS) PLTMG Tobelo menggelar aksi konservasi pesisir dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia 2026 di Pantai Wauwo, Desa Mamuya, Kecamatan Galela, Senin, 27 Juli 2026.

Riset Quick Filter berbahan arang tempurung kelapa Universitas Halmahera
Mengusung tema “Tobelo Rawat Bumi” dengan semangat “Untuk Bumi yang Lestari, untuk Generasi Berkelanjutan,” kegiatan yang didukung program PLN Peduli tersebut menjadi bentuk kolaborasi dalam melindungi ekosistem mangrove, habitat satwa endemik, dan kawasan pesisir Pantai Wauwo.

Kegiatan diisi dengan penanaman 100 bibit mangrove jenis Rhizophora apiculata dan Bruguiera gymnorhiza, penanaman 30 butir telur burung Mamoa pada fasilitas penetasan semi alami, serta pelepasan 40 ekor tukik ke laut. Aksi tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Halmahera Utara, unsur Forkopimcam Galela, Pemerintah Desa Mamuya, Dekan Fakultas Ilmu Alam dan Teknologi Rekayasa Uniera, Komunitas Masyarakat Pengelola Area Konservasi Mamoa, serta perwakilan PLN PLTD Tobelo, PLN Pusat Manajemen Proyek, dan PLN UPP Maluku Papua 2.

Manajer Unit PT PLN NPS PLTMG Tobelo, Pandu Hari Respati, mengatakan kawasan mangrove Desa Mamuya perlu dikelola secara berkelanjutan dengan melibatkan masyarakat. Selain berfungsi melindungi pesisir dan menjaga keanekaragaman hayati, kawasan tersebut dinilai berpotensi dikembangkan sebagai lokasi edukasi lingkungan, ekowisata, dan kegiatan ekonomi berbasis konservasi. “Kami berharap kawasan konservasi ini terus dirawat dan dikembangkan agar memberikan manfaat ekologis sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat Desa Mamuya,” ujar Pandu.

Dalam sesi edukasi, akademisi Program Studi Kehutanan Uniera, Radios Simanjuntak, menjelaskan bahwa kawasan tersebut memiliki ekosistem mangrove seluas sekitar 4,91 hektare dan area pesisir seluas 0,58 hektare yang menjadi habitat bertelur burung Mamoa atau Eulipoa wallacei. Menurut Radios, mangrove berfungsi sebagai pelindung alami pantai dari abrasi, habitat biota laut, serta penyerap dan penyimpan karbon. Setelah menjalani masa inkubasi sekitar dua bulan di dalam pasir, anakan Mamoa juga memanfaatkan kawasan mangrove sebagai tempat transit sebelum menuju habitat hutan.