← Kembali

Berita Kampus

Kolaborasi Hari Bumi 2026, PLN UIP MPA Perkuat Upaya Konservasi Burung Mamoa di Desa Binaan

PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Maluku dan Papua (UIP MPA) mempertegas komitmennya dalam pelestarian lingkungan melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang berfokus pada konservasi burung Mamoa di Desa Mamuya, Kabupaten Halmahera Utara.

Foto bersama dalam kegiatan hari bumi

Program ini menjadi salah satu wujud nyata peringatan Hari Bumi Sedunia 2026, yang dijalankan melalui kolaborasi bersama mahasiswa Sylva Program Studi Kehutanan Universitas Halmahera.

Kegiatan yang mengangkat tema "Merawat Bumi dari Mamuya: Edukasi dan Aksi untuk Lingkungan Hidup Berkelanjutan" tersebut diselenggarakan di Pantai Wauwo pada Sabtu, 25 April, dengan melibatkan mahasiswa, dosen, kelompok konservasi, serta siswa dan guru SD Inpres Mamuya.

seorang anak mengambil bagian dalam penanama mangorove

Sejak tahun 2024, Desa Mamuya telah ditetapkan sebagai desa binaan PLN UIP MPA dalam program konservasi burung Mamoa. Program ini tidak hanya menitikberatkan pada perlindungan satwa endemik tersebut, tetapi juga mencakup pemberdayaan masyarakat melalui edukasi lingkungan dan pelestarian ekosistem kawasan pesisir. Ketua Sylva Universitas Halmahera, Malviano Kaluela, menekankan bahwa edukasi lingkungan bagi generasi muda merupakan fondasi penting dalam membangun kesadaran untuk menjaga alam sejak usia dini. Ia mengungkapkan bahwa ketika anak-anak memahami arti penting merawat bumi, mereka akan tumbuh dengan keyakinan bahwa masa depan lingkungan hidup ada di tangan mereka. Dalam kegiatan tersebut, para peserta tidak hanya mendapatkan materi edukasi, tetapi juga terlibat langsung dalam aksi penanaman mangrove serta kegiatan konservasi semi alami terhadap telur burung Mamoa di kawasan pesisir. Dosen Kehutanan Universitas Halmahera, Radios Simanjutak, menyatakan bahwa peringatan Hari Bumi menjadi momentum untuk membangun kesadaran kolektif lintas generasi dalam menjaga lingkungan dan kekayaan hayati lokal. Ia menambahkan bahwa burung Mamoa merupakan kekayaan alam Maluku Utara yang perlu dilindungi sekaligus diperkenalkan kepada generasi muda. General Manager PLN UIP MPA, Raja Muda Siregar, menjelaskan bahwa program konservasi ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan program TJSL yang berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat maupun lingkungan sekitar. Ia menegaskan keinginan perusahaan untuk terus memperkuat kolaborasi bersama masyarakat dan dunia pendidikan dalam menjaga keanekaragaman hayati, sekaligus menumbuhkan kesadaran bersama bahwa pelestarian lingkungan adalah tanggung jawab semua pihak. Melalui sinergi yang terjalin, PLN UIP MPA berharap Desa Mamuya kelak dapat berkembang menjadi model desa konservasi berbasis pemberdayaan masyarakat di wilayah Maluku Utara.