Kampus Berdampak
Dosen Universitas Halmahera Berbagi Gagasan dalam Seminar HUT ke-77 BPWKI: Wujud Kampus Berdampak bagi Penguatan Kepemimpinan Perempuan
Semangat Kampus Berdampak kembali diwujudkan oleh Universitas Halmahera melalui partisipasi aktif dosen dalam Seminar HUT ke-77 BPWKI Wilayah Tobelo yang mengangkat tema Injil, budaya, dan kepemimpinan wanita.
Wari, Halmahera Utara – Semangat Kampus Berdampak kembali diwujudkan oleh Universitas Halmahera (UNIERA) melalui partisipasi aktif dosen dalam Seminar Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 Bidang Pelayanan Wanita Kaum Ibu (BPWKI) Wilayah Tobelo.
Seminar tersebut mengusung tema “Injil, Budaya dan Kepemimpinan Wanita: Menjadi Perempuan Teladan yang Menginspirasi dan Berdampak bagi Sesama.” Kegiatan ini diselenggarakan pada Selasa, 9 Juni 2026, di Gereja Ikhtus Wari, Desa Wari, Halmahera Utara.
Seminar ini menjadi ruang refleksi sekaligus pembelajaran bagi perempuan Kristen untuk memperkuat perannya sebagai pemimpin yang berakar pada nilai-nilai Injil, menghargai budaya lokal, serta mampu menjawab tantangan zaman.
Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari berbagai bidang keilmuan dan pelayanan, yaitu Pdt. Dr. Demianus Ice, S.H., M.Th., Irene Y. Roba Putri, S.Sos., M.Comm. & Media Studies, Ir. Jesaya Banari, Pdt. Dr. Ratnawati Lesawengen, serta Dr. Lilian G.F. Apituley, M.Hum., dosen Universitas Halmahera, yang turut memberikan kontribusi pemikiran akademik dalam diskusi.
Perguruan tinggi tidak hanya menjalankan fungsi pendidikan dan penelitian, tetapi juga hadir secara langsung di tengah masyarakat melalui pengabdian, transfer pengetahuan, dan pemberdayaan komunitas.
Keikutsertaan dosen Universitas Halmahera dalam seminar ini merupakan implementasi nyata visi Kampus Berdampak. Melalui keterlibatan tersebut, kampus hadir secara langsung di tengah masyarakat melalui pengabdian, transfer pengetahuan, dan pemberdayaan komunitas.
Dalam pemaparannya, para narasumber menegaskan bahwa Injil dan budaya bukanlah dua hal yang saling bertentangan, melainkan dapat berjalan berdampingan dalam membentuk karakter perempuan yang bijaksana, berintegritas, serta memiliki kepemimpinan yang melayani.
Perempuan didorong untuk tetap menjaga identitas budaya sebagai warisan yang bernilai, sekaligus menjadi agen perubahan yang membawa damai, kasih, dan harapan bagi keluarga, gereja, maupun masyarakat.
Suasana seminar berlangsung dinamis melalui sesi diskusi yang interaktif. Para peserta berbagi pengalaman mengenai tantangan perempuan di era modern, pentingnya literasi budaya, penguatan peran perempuan dalam pelayanan gerejawi, hingga kepemimpinan yang mampu memberikan dampak nyata bagi pembangunan masyarakat Halmahera Utara.
Bagi Universitas Halmahera, keterlibatan dosen dalam forum-forum strategis seperti ini merupakan bagian dari komitmen institusi dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia di Indonesia Timur.
Melalui kolaborasi dengan gereja dan berbagai elemen masyarakat, UNIERA terus memperluas ruang pengabdian sebagai perguruan tinggi yang menghasilkan ilmu pengetahuan yang relevan, kontekstual, dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Ketua panitia menyampaikan harapannya agar seminar ini menjadi lebih dari sekadar rangkaian peringatan HUT BPWKI ke-77. Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kapasitas perempuan dalam pelayanan, pelestarian budaya, serta kepemimpinan yang berlandaskan nilai-nilai Kristiani.
Melalui sinergi antara gereja, masyarakat, dan Universitas Halmahera, semangat Kampus Berdampak terus diwujudkan dalam berbagai kegiatan yang menginspirasi lahirnya perempuan-perempuan teladan yang mampu menghadirkan perubahan positif, menjaga nilai-nilai budaya, serta menjadi berkat bagi sesama dan pembangunan masyarakat di Halmahera Utara.