Pengabdian Masyarakat
Perkuat Tata Kelola Kebencanaan Berbasis Masyarakat, Prodi IP Universitas Halmahera Hadir di Desa Duono
Program Studi Ilmu Pemerintahan FISHUM Universitas Halmahera melaksanakan kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat di Desa Duono untuk memperkuat tata kelola pemerintahan desa, partisipasi masyarakat, dan kesiapsiagaan kebencanaan berbasis komunitas.
Duono, 1 Maret 2026 — Sebagai wujud implementasi Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat, Program Studi Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora (FISHUM) Universitas Halmahera melaksanakan kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) di Desa Duono pada tanggal 27 Februari hingga 1 Maret 2026.
Kegiatan ini mengusung tema “Penguatan Tata Kelola Pemerintahan Desa dan Partisipasi Masyarakat dalam Penanganan dan Pemulihan Pasca Bencana di Desa Duono”. Tujuannya adalah meningkatkan kapasitas aparatur desa dalam tata kelola penanganan bencana, mendorong partisipasi masyarakat dalam proses pemulihan pasca bencana, serta menyusun dokumen Standar Operasional Prosedur (S.O.P) Kebencanaan Desa Duono.
Kegiatan PPM diawali dengan seminar kebencanaan yang menghadirkan narasumber dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Halmahera Barat dan akademisi Universitas Halmahera.
Abd. Hamid Yusri Hi. Daeng Barang, S.T., M.Sc., selaku Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Halmahera Barat, membawakan materi tentang tata kelola rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana.
Dari Universitas Halmahera, Dr. Cherly Salawane, S.Si., M.Pd., memaparkan materi mengenai sains mitigasi bencana dalam perspektif SETS (Science, Environment, Technology, and Society), sementara Frets Alfred Goraph, S.IP., M.IP., membahas pemberdayaan serta partisipasi masyarakat dalam proses pemulihan pasca bencana.
Penguatan tata kelola kebencanaan desa menjadi langkah penting untuk membangun sistem kesiapsiagaan dan mitigasi bencana berbasis masyarakat.
Sebagai tindak lanjut dari seminar, tim PPM bersama Pemerintah Desa Duono menyusun dokumen S.O.P Kebencanaan Desa yang kemudian dirangkaikan dengan deklarasi Desa Duono sebagai Desa Tangguh Bencana.
Langkah ini menjadi bagian penting dalam membangun sistem kesiapsiagaan dan mitigasi bencana berbasis masyarakat, sehingga desa memiliki pedoman yang lebih jelas dalam menghadapi situasi bencana maupun proses pemulihan pasca bencana.
Selain itu, tim PPM juga melaksanakan kegiatan psikososial bagi anak-anak SD dan SMP Desa Duono melalui aktivitas edukatif seperti bermain, menyanyi, mewarnai, dan membaca buku bersama.
Kegiatan psikososial ini bertujuan membantu anak-anak memulihkan rasa aman dan meningkatkan kepercayaan diri pasca bencana. Pada akhir sesi, anak-anak menerima buku saku penanganan bencana sebagai media pembelajaran lanjutan.
Dalam mendukung penguatan kebersamaan masyarakat, tim juga melaksanakan kegiatan fisik berupa olahraga pagi bersama pemerintah desa, guru-guru, dan siswa SMP Desa Duono, serta pembuatan papan nama petunjuk arah dan identitas perangkat desa dan RT.
Tidak hanya itu, Prodi Ilmu Pemerintahan juga menggelar seminar “Etika Komunikasi Digital: Peluang dan Tantangan Penggunaan Media Sosial di Desa Terdampak Bencana” dengan menghadirkan narasumber akademisi FISHUM, yakni Jeane Cicilia Syamsia, S.E., M.M., Gloria M.P. Djurubassa, S.IP., M.A., dan Bonny Datty, S.IP., M.IP.
Seminar ini menekankan pentingnya penggunaan media sosial secara etis, produktif, dan bertanggung jawab, terutama dalam situasi pasca bencana. Pengelolaan informasi yang baik menjadi bagian penting dari tata kelola kebencanaan agar masyarakat tidak mudah terpapar informasi keliru, provokasi, atau kepanikan yang tidak perlu.
Kegiatan PPM ditutup dengan penandatanganan berita acara penyerahan dokumen S.O.P Kebencanaan Desa Duono antara Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Halmahera dan Pemerintah Desa Duono sebagai bentuk komitmen bersama dalam memperkuat sistem tata kelola kebencanaan desa.
Melalui kegiatan ini, Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Halmahera menegaskan komitmennya untuk terus menjalankan Tridharma Perguruan Tinggi melalui pengabdian yang relevan, kolaboratif, dan berdampak nyata bagi masyarakat.
“Melayani dengan Ilmu, Mengabdi dengan Hati.”