• Hubungi kami: 0821- xxx- xxxxx
  • admin@uniera.id

Ilmu Teologi

Visi

Menjadi Program Studi yang bermutu dalam teologi perdamaian yang ekumenis dan kontekstual

– “Menjadi” (being) adalah proses mencapai sesuatu yang diharapkan dalam waktu tertentu. Batasan temporal ini menjadi penting untuk mengukur waktu ketercapaian visi prodi Ilmu Teologi yang ditargetkan selama sepuluh tahun (2016-2026) dan relevansinya dengan perkembangan Teologi sebagai ilmu serta dengan memperhatikan dinamika konteks yang selalu berkembang.

– Bermutu
Dalam konteks ini standar mutu yang digunakan adalah:
a. Standard Nasional Pendidikan (SNI) sebagai mana yang diatur dalam UU No: 49 Tahun 2014. Standar ini wajib dipenuhi oleh semua PT di Indonesia: yang mengatur tentang Standar pembelajaran, Standar Penelitian dan Standar Penelitian. Juga Standar pengelolaan Perguruan tinggi dan Badan Akreditasi Nasional.
b. Bermutu berarti memiliki tradisi ilmiah yang kuat dalam berpikir, bertutur dan bertindak (Integritas) serta menulis. Dengan demikian seluruh sivitas akademik UNIERA mampu menuangkan gagasan secara lisan dan tulisan secara terstruktur, sistematis komprehensif, mendasar, bebas dan betanggungjawab.
c. Bermutu berati memiliki etos kerja yang tinggi: Memiliki kemauan bekerja keras, bukan karena diperintah, tetapi karena tanggung jawab untuk berkarya.
d. Master in Services: Dengan kompetensi yang dimilikinya,seluruh sivitas akademik menjadi handal melayani antar sesam. Secara teologis Master in Services memiliki tentang Hukum ke dua Yang diajarkan Yesus yaitu mengasihi sesama manusia.
e. Bermutu berati dipercaya mitra kerja dengan lembaga lain termasuk dengan gereja sebagai stakholder
f. Bermutu berati miliki sikap toleransi , saling pecaya, saling menghargai antar kepelbagaian, memiliki solidaritas sosial tinggi
g. Bermutu berati mampu membuka peluang dan kesempatan kerja kewirausahaan
h. Bermutu berati memiliki keseimbangan antara kecerdaran intelektual, emosional dan spiritual

– Teologi Perdamaian
Pusat Pendidikan Teologi Perdamaian mempertegas eksistensi Fakultas Teologi sebagai wadah keilmuan yang bersifat kritis-konstruktifistik dalam membentuk lulusan yang secara analitis mampu memecahkan masalah-masalah yang dijumpai dalam lapangan pekerjaannya. Sebagai pusat pendidikan teologi perdamaian, PS Ilmu Teologi adalah tempat yang tepat dalam membangun dasar teologi perdamaian sebagai kerangka kesadaran keilmuan yang terbuka bagi dialog kritis dengan ilmu-ilmu lain.

– Ekumenis dan Kontekstual
Maluku Utara adalah wilayah geografis yang masyarakatnya bersifat multikultural dan multireligius sekaligus memiliki pengalaman traumatik akibat konflik antar agama pada masa lampau (1999-2001). Lulusan PS Ilmu Teologi diharapkan mampu berkontribusi bagi masyarakat Maluku Utara, dan kata kunci yang tepat untuk harapan semacam itu adalah Ekumene sebagai cara PS Ilmu Teologi menata masa depan para lulusan dengan sikap yang merangkul sekaligus menembus tembok-tembok pemisah yang seringkali menjadi sumber konflik dalam Gereja maupun masyarakat. Lalu, kontekstual adalah kata kunci sifat PS Ilmu Teologi yang lahir dari dalam rahim pergulatan masyarakat Halmahera dan pulau sekelilingnya yang menjadi tempat perjumpaan mempesona yang melibatkan Allah, manusia, dan alam semesta.

Misi

1. Menyelenggarakan pendidikan tinggi berbasis riset untuk pengembangan teologi perdamaian
2. Menjalin kemitraan dengan pemerintah, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), dan lembaga pendidikan dalam dan luar negeri
3. Menerapkan dan menyebarluaskan teologi perdamaian bagi gereja dan masyarakat

Makna misi PS Ilmu Teologi yaitu:
1. Penyelenggaraan pendidikan tinggi dimungkinkan keberlanjutannya bila riset dijadikan sebagai titik tolak penyelenggaraan. Entah menyangkut pertanyaan bagaimana tata kelola program studinya maupun kerangka kesadaran keilmuan yang menjadi kekhasan program studi. Riset memungkinkan jawaban terhadap pertanyaan pengelolaan maupun pengembangan keilmuan diungkapkan dan karenanya menjadi jaminan penyelenggaraan pendidikan tinggi itu sendiri.
2. Jalinan kerjasama terjalin atas indikator visi program studi. Bahwa program studi terbuka untuk menjalin kerjasama dengan siapa saja dan lembaga manapun dengan syarat lembaga yang hendak menjadi mitra memiliki visi yang sama mengenai perwujudan perdamaian.
3. Sebagai program studi yang mendalami teologi perdamaian, serta memperhatikan dharma PT, maka penyebarluasan teologi perdamaian bagi gereja dan masyarakat dilakukan melalui proses pembelajaran terhadap mahasiswa (yang hasilnya menjadi tujuan dari program studi) dan pengabdian atau pelayanan terhadap masyarakat.

Tujuan

1. Menghasilkan lulusan yang beriman dan berkompeten dalam teologi perdamaian, menguasai metodologi keilmuan serta mengoptimalkan penyebarluasannya dan penggunaannya untuk peningkatan kualitas hidup masyarakat
2. Menghasilkan lulusan yang siap menjadi pemimpin gereja dan masyarakat serta memiliki kemampuan untuk bekerjasama dengan berbagai pihak
3. Menghasilkan lulusan yang memiliki sikap sosial (pembawa damai) yang menghargai perbedaan dalam masyarakat dan memperkaya kebudayaan lokal Halmahera.

Sirayandris Botara, M.Si

Dekan Fakultas Teologi
Sirayandris Botara, M.Si

Sejarah Gereja

BROERY DORO PATER TJAJA, S.Si, M.Th

Dosen
BROERY DORO PATER TJAJA, S.Si, M.Th

Liturgika
Etika
Dogma
Ekklesiologi

Belum ada data..