• Hubungi kami: 0853- xxx- xxx55
  • ict@uniera.ac.id

MEMBANGUN ALTERNATIF MATA PENCAHARIAN BAGI PERAMBAH HUTAN

Oleh : Radios Simanjuntak, S.Hut, M.Si

Aktifitas merambah hutan dengan perladangan berpindah dengan membuka hutan dan mengeksploitasi kayu untuk konstruksi cukup mudah ditemui pada sejumlah desa di Kabupaten Halmahera Utara yang berbatasan langsung dengan hutan. Diantara desa tersebut adalah Desa Wangongira, di Kecamatan Tobelo Barat, dan Desa Wateto, di Kecamatan Kao Utara. Kedua desa ini merupakan pemasok utama kayu-kayu yang ada di sejumlah panglong (penjual kayu) di Kota Tobelo. Tingkat kerusakan hutan semakin meningkat dan telah disadari oleh masyarakat, namun tidak adanya alternatif sumber pendapatan bagi para perambah menyebabkan aktifitas perambahan sulit untuk dihentikan.

Dilatar belakangai oleh permasalahan tersebut di atas, dua orang dosen Fakultas Ilmu Alam dan Teknologi Rekayasa (FIATER) UNIERA yakni Radios Simanjuntak, S.Hut, M.Si dan Eny Sulistiyowati, SP, M.Si menggagas kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) untuk membantu membangun alternatif matapencaharian melalui pertanian pala. Kegiatan PKM ini mendapat dukungan pendanaan dari Dirjen DIKTI melalui pemberian hibah PKM pada tahun anggaran 2018.

Dalam pelaksanaan PKM kepada mitra yang berasal dari Desa Wangongira dan Desa Wateto, tim PKM melakukan pelatihan pertanian pala dimulai dari pembuatan nursery/pembibitan dan penanaman bagi tiga orang anggota masyarakat dari tiap desa. Tim PKM memfasilitasi pengadaan sejumlah benih untuk nursery dan bibit-bibit pala untuk penanaman oleh masing-masing anggota mitra pada lahan seluas masing-masing 1 Ha.

Ratusan bibit pala saat ini telah dihasilkan dari nursery yang dibuat oleh para mitra. Bibit-bibit ini dapat ditanam pada lahan yang dimiliki sendiri maupun untuk dijual menjadi suatu unit usaha yang menguntungkan dan berkelanjutan. Diharapkan PKM yang telah dilaksanakan pada satu sisi mampu mendukung upaya pelestarian hutan pada kedua desa dan pada sisi lain meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *