• Hubungi kami: 0821- xxx- xxxxx
  • admin@uniera.id

Universitas Halmahera Tobelo Resmi Berdiri

Universitas Halmahera Tobelo Resmi Berdiri

Mimpi untuk menghadirkan sebuah Universitas di Halmahera akhirnya terwujud. Pada 11 Oktober 2008 Universitas Halmahera (UNIERA) diresmikan sebagai sebuah lembaga legitimatif oleh Dirjen Pendidikan Tinggi Republik Indonesia yang diwakili oleh Koordinator Perguruan Tinggi Swasta XII, Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat sesuai dengan UU dan Peraturan yang berlaku di negara Republik Indonesia berdasarkan surat keputusan Mendiknas RI Nomor: 200/D/O/2008.

Universitas Halmahera merupakan pengembangan dari Sekolah Tinggi Teologi (STT) GMIH yang berlokasi di Desa Wari Ino, Tobelo.

Acaranya peresmian berlangsung khidmat dan penuh sukacita karena selain berisi sambutan-sambutan, acara juga diselingi dengan kronologis perjalanan dan perjuangan panjang merentas hadirnya Universitas Halmahera. Settingan acara seperti inilah yang membuat orang betah bahkan enggan meninggalkan lokasi acara yang dibuat di tanah lapang belakang kapel kampus.

Hadir dalam acara tersebut para pejabat daerah mulai dari yang mewakili Gubernur Maluku Utara, Bupati Halmahera Utara Ir. Hein Namotemo, M.Sc, Ketua DPRD Halmahera Utara Novino Lobiua, SH dan banyak lagi. Tepuk tangan meriah dari mereka hadir berbarengan dengan decak kagum undangan lainnya mengiringi teatrikal nostalgia dari Universitas Halmahera.

Dalam acara ini juga dilaksanakan pengukuhan dan pelantikan rektor Universitas Halmahera pertama, Pdt. DR. Julianus Mojau oleh Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Kristen Halmahera, Drs. Esra Anu dan sekaligus pembacaan pidato oleh rektor yang dilantik.

Dalam sambutannya rektor menjelaskan bahwa Universitas Halmahera dilahirkan dari dalam rahim pergumulan panjang masyarakat yang mendiami Pulau Halmahera dan pulau-pulau sekitarnya sebagai universitas yang bersifat terbuka, multietnis, multikultural dan multireligi untuk menjadi Sumber Air Kehidupan di tengah-tengah peradaban dunia masa kini dan ke depan yang selalu dibayang-bayangi oleh budaya kematian.

Oleh karena UNIERA lahir dari dalam rahim pergumulan kontekstual masyarakat Halmahera dan pulau-pulau sekitarnya dan lintas agama sehingga UNIERA jelaslah didirikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat luas dan bukan karena golongan tertentu baik etnis maupun agama.

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *